Bahan Renungan Kalbu

on Senin, 19 Desember 2011


Judul Buku     :  Bahan Renungan Kalbu, Pengantar Mencapai Pencerahan Jiwa
Penulis           :  Ir. Permadi Alibasya
Penerbit         :  Cahaya Makrifat Bandung
Tebal             :  545 halaman

 
   Bila aku ingat-ingat lagi, entah apa yang merasuki saya sehingga berkeinginan dan mampu membaca habis buku ini sampai tuntas. 545 halaman loh, aku sendiri jadi bingung. Masih teringat kala pertama kali ibu saya menyarankan untuk membaca buku ini, pada awalnya sih aku coba untuk membaca buku ini, memang tidak rutin aku membacanya, namun tetap juga aku dapat membacanya sampai akhir.
 Untuk dapat teman-teman ketahui bahwa manusia itu perlu waktu untuk merenung untuk dapat meningkatkan pemahaman. Namun merenung itu perlu memiliki tujuan, merenung bila tanpa tujuan sama saja halnya dengan melamun. Nah, di dalam Buku ini memberikan pembaca bahan untuk direnungkan,
tepatnya 13 bahan renungan. Jadi singkatnya buku ini memberi tujuan dalam renungan teman-teman agar lebih bermakna.
   Salah satu hal yang membuat aku dapat menikmati membaca buku ini yaitu karena penggunaan bangsa yang sederhana dan mudah dimengerti. Perumpamaan yang diberikan pun juga mudah dimengerti. Pada tiap-tiap pembahasan masalah juga diberikan dalil-dalil tentang masalah yang ada sehingga pembaca jadi yakin tentang pemecahannya. Namun, terdapat beberapa ayat yang aku rasa tidak nyambung dengan kasus yang dibahas.
   Pada bagian belakang buku juga terdapat lampiran berupa gambar-gambar untuk dapat memahami bahan-bahan renungan yang ada. Selain itu juga terdapat kisah-kisah yang inspiratif dari jaman para nabi dan alim ulama lainnya yang tentu memperkaya pikiran teman-teman sekalian.
   Bagi teman yang mungkin memang orang yang suka untuk merenung atau pun hanya sekedar untuk mendapatkan bahan untuk merenung, setidaknya jadikan lah setiap lamunan teman-teman bermanfaat.




3 komentar:

Eka Novita Sari mengatakan...

Isi bukunya tlong di cntohkan lebih jelas gtu... supaya semakin tertarik membaca....^_^

Irfan Rizki Ananda mengatakan...

Hhaha . . .
Dah lma gak baca bukunya . . .
Bukunya juga tinggal di Bukittinggi, g dbwa ke Surabaya . . .
:D

moh shodiq mengatakan...

http://daarussholihin.blogspot.com/2013/04/tafakuran-mutiara-tauhid-di-bandung.html

Posting Komentar